Motivasi
Motivasi sangat diperlukan karena jika hanya sekedar melakukan tanpa tahu tujuan ataupun maksud Anda melakukannya, pada akhirnya adalah sesuatu yang sia-sia. Hidup tanpa motivasi terasa membosankan, mengalir begitu saja, tanpa gairah dan kita terjebak dalam hal-hal rutinitas saja. Banyak orang yang menjadi kurang termotivasi dalam hidup ini karena banyak faktor. Faktor karena mengalami kegagalan dan putus asa sehingga merasa enggan untuk bangkit kembali menjadi trauma yang membelenggu Anda. Selain itu pengaruh buruk dari lingkungan juga turut ambil bagian dalam menghancurkan motivasi seseorang. Karena berada dalam lingkungan orang-orang yang selalu pesimis, banyak alasan, negative thinking dan sejenisnya, secara perlahan-lahan motivasi kita diracuni oleh orang-orang tersebut. Faktor lainnya karena kita tidak pernah membuat rencana dalam hidup ini, atau kalaupun ada seringkali tidak mempunyai tujuan yang jelas dan tidak mungkin dicapai.
Motivasi pada dasarnya datang dari dalam diri kita masing-masing. Baca entri selengkapnya »
Membangun Motivasi Diri
Tugas Kecakapan Antar Personal
tentang diriku
Aq tipe orang yang suka bekerja keras, dan ngin menjadi menjadi orang yang sukses. karena berasal dari keluarga yang sederhana aq pengen hidup mandiri dan kuliah bayar sendiri.
# Saat diriku Sedih #
Biasanya kalo lagi sedih males makan dan suka menyendiri,dan aku tu paling sedih banget kalau inget masa-masa kenangan ama orang yang selalu perhatiin aq dan nyayangi aq dan sekarang ud ga bisa bersama lagi. satu hal yang ga pernah bisa aq lupain kalo aq inget ama kake’ dan nene’ aq pasti akan sedih banget dan langsung nangis.
# Saat diriku marah #
Saat aq dalam keadaan marah bawaan ya slalu sakit kepala & kalau ketemu ama orang pengen ya marah terus, biasanya kalau ud marah males makan dan bingung. aq paling ga suka kalo ad orang yang menghina orang lain & merendahkan martabat orang laen, dan aq paling males banget ngomong ma orang yang tipe-tipe kayak kayak gitu.
# Saat diriku bahagia #
Hal yang paling bisa buat aku bahagia adalah mempunyai suatu rencana dan rencana itu bisa berjalan dengan lancar dan tidak terjandi kendala, kalo aq uda bahagia pasti kalo ketemua ama orang yang di sekitar ku bawaannya murah senyum dan selalu menayakan bagaimana kabarnya. dan pastinya semangat belajar dan Makan yang buanyak.
Software Engineering ( Tugas RPL )
Software Engineering
Software engineering ialah Suatau penerapan dan penggunaan prinsip-prinsip engineering yang baik dalam rangka menghasilkan software yang ekonomis, reliable, dan bekerja secara efisien pada komputer sungguhan. Software engineering is the establishment and use of sound engineering principles in order to obtain economically software that is reliable and works efficiently on real machines.
Sementara itu IEEE mendefinisikan software engineering sebagai: (1) The application of a systematic, disciplined, quantifiable approach to the development, operation, and maintenance of software; that is, the application of engineering to software.
Requirements engineering
Requirements engineering adalah fase terdepan dari proses software engineering, dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer (pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan. Para pakar software engineering (rekayasa perangkat lunak) Sepakat bahwa requirements engineering adalah suatu pekerjaan yang sangat penting, terutama berdasarkan fakta bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan software disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan (inconsistent), ketidak lengkapan (incomplete), maupun ketidakbenaran (incorrect) dari requirements specification (spesifikasi kebutuhan) The Standish Group mencatat bahwa prosentase akumulatif kegagalan sebuah project pengembangan software sebagian besar disebabkan oleh masalah requirements dan spesifikasinya
Kebanyakan asosiasi software yang ada di Indonesia saat ini tidak menyentuh sisi ini dan lebih diorientasikan ke pengusaha dan bisnisnya, bukan di kualitas SDM dan karya pengembang. Di lain sisi, universitas juga tidak terlalu agresif memecahkan masalah ini karena dunia akademisi “kehilangan link” dengan dunia industri. Ini membawa implikasi ke dosen dan mahasiswa Indonesia yang tidak banyak berkesempatan bermain di industri praktis pengembangan software.Meskipun jumlah pengembang profesional Indonesia di tahun 2007 tercatat 56.500 dan akan terus berkembang hingga mencapai 71.600 sampai tahun 2008, produksi software kita jauh di bawah Malaysia dan Singapore yang jumlah developernya cuman seperempat SDM kita. SDM kita memiliki keterbatasan pengetahuan dalam software development, tentang standard methodology (kebanyakan menggunakan hajar bleh methodology), sehingga begitu software diukur dari seluruh proses Software Development Life Cycle (SDLC)nya, kita kedodoran dan kalah bersaing. Jujur saja, saya agak kesulitan mensosialisasi masalah-masalah seperti ini ke asosiasi software yang ada di Indonesia karena mereka sulit dijangkau, sudah terlalu kuat, merasa stabil, sehingga maaf kadang agak “lamban” bergerak.
Saya yakin bahwa saat ini sudah ratusan pergerakan-pergerakan kecil dilakukan teman-teman di berbagai komunitas pengembang, dalam bentuk knowledge sharing, membuat ebook gratis, workshop komunitas, dsb. Dan saya yakin ini semua bisa menjadi modal yang sangat baik untuk membangun Asosiasi Pengembang Software Indonesia (APSI) atau Asosiasi Pengembang Perangkat Lunak Indonesia (APPLI).
Definisi
Untuk memperkuat pemahaman dari seri tulisan requirements engineering ini, alangkahbaiknya apabila diskusi ini kita mulai dari definisi terminologi-terminologi yang di gunakan.RequirementsKita mulai dari definisi requirement, menurut IEEE Standard Glossary of SoftwareEngineering Technology, requirement dapatdiartikan sebagai berikut.
1. Suatu kondisi atau kemampuan yang diperlukan oleh user untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan
2. Suatu kondisi atau kemampuan yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh system atau komponen sistem untuk memenuhi kontrak, standard, spesifikasi atau dokumen Formal lainnya.
3. Gambaran yang terdokumentasi dari kondisi atau kemampuan yang disebut pada 1 dan 2User, Customer, SupplierTerminologi “user” pada definisi requirements diatas bisa merupakan end-user(pengguna akhir) dari software yang akan dikembangkan atau orang-orang dibelakanglayar. Termasuk didalamnya orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan darisoftware, dan juga menunjuk ke customer (client) yang membayar proyek pengembangan software. Penggunaan terminologi user seperti ini (untuk end-user dan stakeholder) banyak digunakan dalam penjelasan masalah requirements engineering, termasuk didalamnya proses iterasi, metodologi requirements elicitation, dan sebagainya.Meskipun kalau kita mau kembali, sebenarnya ada perbedaan mendasar definisi formal dari terminologi berhubungan dengan orang-orang dalam requirements